Mosley berasal dari nama Max Mosley, yang adalah Presiden Federasi Otomotif Internasional atau FIA.
Moein berasal dari nama Max Moein, yang merupakan anggota Komisi XI DPR.
Kalau dibikin inisial, dua orang ini identik.
MM.
Nama depannya pun serupa.
Max.
Mosley orang Inggris. Moein asal Indonesia.
Secara langsung, saya belum pernah bertemu dan mengenal mereka berdua. Tetapi hasrat saya meletup, karena hari-hari belakangan ini keduanya mendominasi porsi pemberitaan sebagian media.
Mosley duluan.
Akhir bulan lalu Mosley diketahui terlibat skandal seks yang menurut ukuran sebagian orang menyimpang. Kata laporan tabloid Inggris News of The World, ada lima perempuan pekerja seks komersial yang berpesta bersama Mosley pada suatu hari di sebuah apartemen di Inggris.
Mereka mempraktikkan aliran sadomasokis dalam pesta seks liar itu. Sadomasokis merujuk artinya pada penghambaan terhadap perilaku sadisme dan brutalisme buat menggapai puncak kenikmatan seksual.
Kecaman datang dari berbagai penjuru. Sepertinya, dari 222 organisasi bermotor dari 130 negara di bawah naungan FIA, sudah tak ada lagi yang percaya pada Mosley.
Lomba adu cepat jet darat bertitel Formula Satu pun terancam kehilangan pamor. Jadi, ramai-ramai pabrikan mobil peserta balap F1 pun mengutuk Mosley.
Pokoknya, say no to Mosley.
Sejauh ini, Mosley masih bergeming. Sebuah pertemuan “tetua-tetua” FIA dari anggota dari berbagai negara yang bakal digelar di Paris, Perancis, pada 3 Juni besok bakal jadi penentu nasib Mosley.
Sekarang giliran Moein.
Pekan lalu, marak dikabarkan Moein punya skandal dengan salah seorang mantan sekretarisnya. Kabar itu makin mantap saat ada bukti foto Moein bersama seorang perempuan, yang kalau disebarluaskan konon bisa termasuk dalam hal-hal yang dilarang dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE) itu.
Tapi, sampai sekarang identitas si perempuan masih gelap. Moein sendiri sudah mengaku dirinyalah yang berfoto bersama perempuan itu.
Tapi, itu hanya foto biasa saat mau berenang.
Foto itu juga hasil jepretan orang lain. Jadi, foto yang menurut salah seorang teman saya sudah beredar sejak sepekan sebelum kabar tersebut meletus itu, berdasarkan pengakuan Moein adalah foto yang biasa-biasa saja.
Belakangan, malah muncul pengakuan adanya pelecehan seksual dari tokoh mantan sekretaris. Mantan sekretaris ini dipecat, gara-gara mengadukan soal pelecehan itu.
Hingga satu tahun sejak ia melapor, juga belum ada tanda-tanda dirinya bisa beroleh keadilan.
Tinggalah mantan sekretaris ini sendu menahan pilu. Belakangan, muncul inisiatif buat membuka lagi kasus pelecehan seksual itu.
Maka, Moein pun terancam sanksi recall alias mesti balik lagi ke partai asalnya.
Pokoknya, Moein nggak banget deh.
Saya sendiri tidak hendak membenahi soal perilaku moral kedua tokoh berinisial MM di atas. Soal utamanya, ya apalagi kalau bukan rasa, bahwa saya ini juga belumlah menjadi orang yang punya moral sempurna.
Saya hanya tertarik untuk membuktikan teori bahwa trilogi maut berupa harta, takhta, dan wanita di ujungnya bisa menemukan pembenar pada sejumlah kasus yang ada. Setidaknya, ini terbukti pada Mosley Moein.
Pada Mosley yang sudah berusia 68 tahun itu, rupa-rupanya pencarian atas ekstase kenikmatan dunia masih belum juga dicapainya. Harta dan takhta jelas Mosley miliki. Tapi, Mosley masih butuh lima perempuan sekaligus buat melengkapi kutukan triloginya.
Selain itu, dominasi ideologi laki-laki pada praktik politik yang seringkali berbuah kebijakan dengan tingkat bias jender tinggi dan meminggirkan perempuan, juga terjadi dalam hubungan profesional. Ini terjadi pada Moein, yang menafsirkan mantan sekretarisnya itu sama fungsinya dengan asbak rokok.
Padahal sekretaris adalah jabatan profesional yang punya standar kode etik tersendiri. Makanya, fungsi dan perannya juga jangan disalahartikan.
Entah kenapa, tadi pagi secara tiba-tiba saya dapat ide liar tulisan ini. Ide yang sekonyong-konyong datang waktu kedua biji mata saya masih sembab oleh limbah alami di sekitar organ penglihatan itu.
Max.
30 May 2008
Mosley Moein
Diposting oleh
ingki-rinaldi
di
5/30/2008 06:02:00 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Status Hak Cipta
Seluruh tulisan yang tampil di halaman ini adalah buah karya saya yang disarikan dari berbagai pengalaman nyata dengan dukungan riset pada berbagai sumber yang saya baca, lihat, dengar, cium, dan rasa. Demikian pula halnya dengan foto-foto yang ada di seluruh halaman yang tampil, seluruhnya adalah asli hasil jepretan saya. Maka, saya melarang siapapun juga untuk menjiplak sebagian atau keseluruhan materi tulisan ataupun foto yang ada di halaman ini, tanpa didahului izin saya. Silahkan berdebat dan mari kita berdiskusi terhadap soal-soal yang tersaji disini. Juga saya senang sekali jika ada yang bisa memetik hikmah dan menjadikan materi di halaman ini sebagai buah renungan. Jika dikembangkan menjadi tulisan, saya makin gembira. Tapi jika dijiplak, mungkin saja saya tidak tahu dan tak akan menuntut di dunia. Namun jika bertemu lagi pada lanjutan episode dunia fana, saya akan minta tanggung jawabnya.

8 komentar:
aduh, sama-sama gak banget deh hahaha.
Mungkin keduanya punya masalah dalam mengendalikan nafsu seksualnya, jadi gitu deh. Hehehe, na'udzubillah.
@yonna..hahaha..gitu deh..tapi mosley hari ini dikabarkan memang pemungutan suara dan masih bertahan tuh..
Bagusssss, kalo ngga ada kasus kayak gini nanti Roy Suryo makan gaji buta
Ha2..u lupa satu lagi kesamaannya bro. Mereka ini sama2 keukeuh gak mau mundur meski dah digoyang sana-sini..Penginnya aja aktif,menggoyang...ha2.
@empang..sebentar..saya lihat dulu meta datanya ya..
@jon...wuah..jeli sekali bung ini..hehehe..
Waduh, baru bangun tidur dah nulisin hal ini. Pasti krn saking keselnya. Jangan2 malemnya juga sampe kebawa mimpi nih soal si m2m..;p
@wini..hahaha...akhir2 ini mimpi emang lg gak enak..apalagi kalo prediksi buat tim jagoan di euro 2008 meleset..hehehe
Post a Comment