Saya seperti sedang menghadapi puzzle raksasa dengan banyak sekali bagian-bagiannya masih dipegang orang-orang lain dalam tiga pekan ini. Adalah manusia bernama Very Idam Henyansyah (versi kartu keluarga) atau Very Idam Henyansah (versi akte kelahiran) alias Ryan alias Yansyah yang memiliki puzzle raksasa itu.
Sebagai pemilik, tentu Ryan memegang sebagian besar bagian, atau bahkan mungkin semua, puzzle raksasa tadi.
Mutilasi jenazah bernama Heri Santoso di apartemen Margonda Residence Nomor 309A Blok C di Depok menjadi sajian pertama bagian puzzle yang hilang. Selanjutnya, kejutan demi kejutan datang dari tempat bernama Kabupaten Jombang.
1,5 jam naik mobil atau motor ke arah barat daya Kota Surabaya dengan jarak sekitar 80 kilometer, kita sudah bisa sampai di jantung kota Jombang. Rumah orangtua Ryan yang jadi lokasi pembunuhan sekaligus pekuburan, masih harus ditambah jarak sekitar 15 kilometer lagi.
Rumah orangtua Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, adalah salah satu bagian besar puzzle raksasa yang kemudian saya temukan. Pertama kali tiba sebelum dimulainya penggalian tahap perdana, belum ada ribuan pengunjung yang datang, pedagang-pedagang yang bersliweran, atau tukang-tukang parkir dadakan yang hilir mudik mengarahkan setiap kendaraan.
Dusun itu masih senyap. Pekarangan belakang rumah orangtua Ryan pun masih dikelilingi pohon-pohon bambu dengan vegetasi rapat.
Garis pembatas polisi berwarna kuning dibentangkan. Satu hari sesudahnya dimulailah penggalian.
Polisi berang. Soalnya dari rencana awal mencari satu jenazah, berdasarkan pengakuan Ryan, bernama Ariel Somba Sitanggang ternyata ada jenazah-jenazah lain dalam satu liang itu. Totalnya ada tiga.
Ryan pun diinterogasi lagi, sebelum akhirnya digali liang kedua. Total ada empat jenazah yang berhasil ditemukan hari itu.
Seminggu sesudahnya, penggalian dilakukan lagi. Kali ini hasilnya lebih heboh. Enam jenazah ditemukan di lima liang kubur berbeda.
Lebih bikin pening, Ryan lupa siapa jenazah kesebelas yang ditemukan. Jenazah itu diberi nama Mr. X oleh polisi.
Sejak kali pertama tiba hingga saat ini, segenap upaya saya fokuskan untuk menemukan bagian-bagian yang masih hilang dan tersembunyi tadi. Saya datangi SD, SMP, dan SMA tempat dulu Ryan bersekolah.
Hasilnya, Ryan anak yang punya tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Salah satu ciri yang menonjol dari seorang psikopat adalah kecerdasan.
Saya temui sejumlah sahabatnya. Saya datangi berbagai lingkungan pergaulan tempat Ryan meninggalkan jejaknya.
Ada tempat fitness yang pemiliknya masygul karena Ryan dipersepsikan sebagai instruktur walaupun pada kenyataannya Ryan hanyalah seorang anggota yang sering berbohong, kedapatan pernah mencuri, dan memiliki jejak rekam yang buruk. Ada salon potong rambut, yang pemiliknya sangat kecewa karena Ryan juga dianggap jadi pegawai, walaupun pada kenyataannya Ryan hanyalah tenaga magang yang kemudian pergi tanpa pesan.
Ada pondok pesantren yang diakui Ryan sebagi tempat asalnya dan sangat membuat marah para pengasuh pondok pesantren itu. Ada sejumlah tempat kerja korban-korban Ryan, mulai dari rumah makan hingga koperasi yang saya sambangi.
Ada keluarga-keluarga orang hilang yang saya datangi dan mengaku kenal Ryan, bersaksi bahwa Ryan adalah sosok yang sangat halus, pandai meyakinkan orang, berbudi pekerti tinggi, dan sangat perhatian. Belakangan, berdasarkan uji DNA, sejumlah jenazah yang ditemukan dipastikan anggota keluarga-keluarga orang hilang yang sempat saya temui.
Saya larut dalam kesedihan. Apalagi ketika pemeran pengganti pasangan ibu dan anak dihadirkan polisi saat penggalian kedua, untuk sedikit menunjukkan bagaimana Ryan menghabisi Nanik Hidayati dan putrinya Sylvia Ramadani Putri yang baru berusia tiga tahun.
Pemeran pengganti itu menunjukkan bagaimana ia dan anak kecil tadi dibawa ke bagian belakang rumah orangtua Ryan, sebelum ia dihabisi dan dikubur Ryan. Saya melihat ada adegan dimana Ryan menggendong anak kecil yang jadi pemeran pengganti, dan bocah kecil itu spontan menangis sejadi-jadinya.
Beberapa jam sesudah penggalian, jenazah ibu dan anak itu ditemukan dalam posisi telentang dan saling bertumpukan. Sang ibu menghadap ke utara, si anak menghadap ke selatan.
Saya geram.
Belakangan makin banyak keluarga orang hilang yang sama temui dan setelah dirunut, punya sejumlah hubungan silang dengan Ryan. Saya berdoa, semoga itu hanya sekedar hubungan silang dari berbagai faktor yang mengaitkan, dan sungguh berharap anggota keluarga mereka yang hilang segera kembali.
Bukan menjadi korban Ryan.
Soalnya polisi pun tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban selain empat jenazah yang sudah ditemukan.
Soalnya polisi pun tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban selain empat jenazah yang sudah ditemukan.
Hingga tiga minggu ini, motif utuh, apalagi kelengkapan bagian-bagian puzzle raksasa belum saya ketahui. Paling nyata adalah motif ekonomi. Soalnya, saat hilang dan sebelum ditemukan telah menjadi jenazah, hampir semua korban Ryan tengah membawa uang atau barang-barang berharga.
Karena Ryan adalah pemuda tanpa pekerjaan jelas yang punya gaya hidup dan selera membubung tinggi. Ryan seperti hidup dalam dunianya sendiri, dimana ia merasa seolah-olah menjadi selebritis, pengusaha sukses, orang kaya, semenjak lepas dari bangku SMP.
Sepertinya, saya masih memerlukan lebih banyak waktu menemukan bagian-bagian tersembunyi dari puzzle raksasa ini.

9 komentar:
Bro, menurut gue tetep masih lebih sadis pejabat-pejabat korup kita yang udah makan banyak nyawa (cuma bedanya kaga dipotong2 dan dikubur diem-diem kaya si Ryan kali yah)... tapi para keluarga yang pada bunuh diri karena nggak mampu biayain keluarganya berhubung harga barang pada naek, anak-anak SMP yang pada bunuh diri karena putus sekolah, korban lumpur Lapindo yang ngga punya rumah - mereka semua korban kekejaman pejabat-pejabat korup kan.
Buktinya ciri-cirinya sama kok sama si Ryan. Mereka dengan sadar melakukan tindakan kejahatan, padahal tau konsekuensinya, tapi ya tetep aja melakukan.
Jangan-jangan di pemerintahan Indo banyak psikopatnya yah...
Anyway, kalau mau ngebandingin sadis, apa ngga lebih sadis Amrozi dkk? Korbannya banyak lagi, sampe 200 lebih.
Tapi kok ya sampe sekarang belum dihukum mati juga tuh mereka. Lain halnya sama Ryan ya ;)
Setuju sama Therry, kayaknya masalah Ryan ini terlalu dilebih-lebihkan aja sama media. Maksud aku ampe masuk berita ditayangin berulang-ulang. Ya udahlah, kita ambil pelajaran aja. Yah mungkin bedanya Ryan bunuh langsung kalau pejabat bunuh rakyat pelan-pelan...
@therry..sepakat bu therry, korupsi itu lebih jahat dua kali dari pembunuhan..karena korban-korban koruptor mati secara perlahan-lahan dan dalam jumlah yang mungkin tidak pernah bisa dihitung..jadi, hukumannnya yang cocok yang dihukum mati juga, tapi hukuman mati yang eksekusinya perlahan-lahan..nah, kalo soal Amrozi cs kan juga tinggal menunggu hari-H nya aja tuh..
@lisan skywalker..hehehe...kalo soal penayangan berulang-ulang itu kayaknye terkait erat ama rating juga lis..apalagi industri tontonan yang melibatkan segitu gede modal duit..hehehe..kalo buat kite2, yah dianalisis ampe tuntas aje kenape hal luar biasa kayak gitu kok bisa terjadi...diambil hikmahnye..trus, ditembak mati deh ntu para koruptor..
wah ingki tau2 ngomongin Ryan....
fenomenal juga si Ryan ini, sampe komunitas gay merasa perlu meluruskan masalah dan mencegah terbentuknya image buruk masyarakat terhadap gay. what can all of you do, gays?! Even you, yourself, your sex orientation is already a mistake :)
penjahat, apapun kejahatannya, tetep aja penjahat.
Kalo menurut gue, gay tidak salah apa apa, they were born with it. Gue kenal dan memiliki beberapa gay, homosexual maupun lesbian, relatives, and they were born that way.
Kalo dibilang salah, berarti TUHAN salah bikin.
Kita sebagai manusia yang terbatas pengetahuannya dan tidak berhak menghakimi siapapun sebetulnya tidak ada otoritas utk bilang sexual orientation mrk salah etc.
Pembunuh dan psikopat itu ada di setiap golongan, mau gay, mau straight, mau terkebiri, mau item, putih, merah, biru dll.
image buruk di indonesia skrg terhadap para gay itu krn stigma negatif yg terlontarkan oleh orang orang ignorant dan diskriminatif cenderung bigot, dan skrg membentuk opini orang banyak. itu bahaya sekali, krn sepertinya di indonesia sekarang yg menang adalah kebodohan bukan enlightment.
suatu hal yg menyedihkan dan menakutkan. semoga tidak akan berlama lama orang kita begitu, karena bisa bisa nanti negara kita end up lebih parah dari sudan, rwanda dll.
bagi orang2 yang memandang rendah kaum gay, semoga mereka tidak akan punya anak gay agar tidak mengalami softening of the heart dan penumbuhan conscience bahwa gay itu manusia juga, equal dan tidak ada bedanya dengan heterosexual. Sama sama ciptaan Tuhan. Masalah siapa benar siapa salah, duh, tunggu aja ntar pas mati dan menghadap sang pencipta, jangan2 yg sibuk berasa paling bener malah ntar paling salah.. :p
yang lebih parah, udah bigot, bodoh terus mau ngerevolusi budaya lagi. LOL.
@yonna&rima fauzi..kejahatan bisa terjadi dimana aja dan oleh siapa aja..teorinya ya ada motif, niat, dan kesempatan..
@therry..semua orang kan berproses bu..
@ingki:
Amin :)
Kok ga di-update2?
@therry..iye niy..kadang suka gak sempet (sering banget kali y, ni aj dah sebulan 1/2..huhehehe)..
Post a Comment