08 August 2008

Kejutan Ryan


Saya seperti sedang menghadapi puzzle raksasa dengan banyak sekali bagian-bagiannya masih dipegang orang-orang lain dalam tiga pekan ini. Adalah manusia bernama Very Idam Henyansyah (versi kartu keluarga) atau Very Idam Henyansah (versi akte kelahiran) alias Ryan alias Yansyah yang memiliki puzzle raksasa itu.

Sebagai pemilik, tentu Ryan memegang sebagian besar bagian, atau bahkan mungkin semua, puzzle raksasa tadi.

Mutilasi jenazah bernama Heri Santoso di apartemen Margonda Residence Nomor 309A Blok C di Depok menjadi sajian pertama bagian puzzle yang hilang. Selanjutnya, kejutan demi kejutan datang dari tempat bernama Kabupaten Jombang.

1,5 jam naik mobil atau motor ke arah barat daya Kota Surabaya dengan jarak sekitar 80 kilometer, kita sudah bisa sampai di jantung kota Jombang. Rumah orangtua Ryan yang jadi lokasi pembunuhan sekaligus pekuburan, masih harus ditambah jarak sekitar 15 kilometer lagi.

Rumah orangtua Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, adalah salah satu bagian besar puzzle raksasa yang kemudian saya temukan. Pertama kali tiba sebelum dimulainya penggalian tahap perdana, belum ada ribuan pengunjung yang datang, pedagang-pedagang yang bersliweran, atau tukang-tukang parkir dadakan yang hilir mudik mengarahkan setiap kendaraan.

Dusun itu masih senyap. Pekarangan belakang rumah orangtua Ryan pun masih dikelilingi pohon-pohon bambu dengan vegetasi rapat.

Garis pembatas polisi berwarna kuning dibentangkan. Satu hari sesudahnya dimulailah penggalian.

Polisi berang. Soalnya dari rencana awal mencari satu jenazah, berdasarkan pengakuan Ryan, bernama Ariel Somba Sitanggang ternyata ada jenazah-jenazah lain dalam satu liang itu. Totalnya ada tiga.

Ryan pun diinterogasi lagi, sebelum akhirnya digali liang kedua. Total ada empat jenazah yang berhasil ditemukan hari itu.

Seminggu sesudahnya, penggalian dilakukan lagi. Kali ini hasilnya lebih heboh. Enam jenazah ditemukan di lima liang kubur berbeda.

Lebih bikin pening, Ryan lupa siapa jenazah kesebelas yang ditemukan. Jenazah itu diberi nama Mr. X oleh polisi.

Sejak kali pertama tiba hingga saat ini, segenap upaya saya fokuskan untuk menemukan bagian-bagian yang masih hilang dan tersembunyi tadi. Saya datangi SD, SMP, dan SMA tempat dulu Ryan bersekolah.

Hasilnya, Ryan anak yang punya tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Salah satu ciri yang menonjol dari seorang psikopat adalah kecerdasan.

Saya temui sejumlah sahabatnya. Saya datangi berbagai lingkungan pergaulan tempat Ryan meninggalkan jejaknya.

Ada tempat fitness yang pemiliknya masygul karena Ryan dipersepsikan sebagai instruktur walaupun pada kenyataannya Ryan hanyalah seorang anggota yang sering berbohong, kedapatan pernah mencuri, dan memiliki jejak rekam yang buruk. Ada salon potong rambut, yang pemiliknya sangat kecewa karena Ryan juga dianggap jadi pegawai, walaupun pada kenyataannya Ryan hanyalah tenaga magang yang kemudian pergi tanpa pesan.

Ada pondok pesantren yang diakui Ryan sebagi tempat asalnya dan sangat membuat marah para pengasuh pondok pesantren itu. Ada sejumlah tempat kerja korban-korban Ryan, mulai dari rumah makan hingga koperasi yang saya sambangi.

Ada keluarga-keluarga orang hilang yang saya datangi dan mengaku kenal Ryan, bersaksi bahwa Ryan adalah sosok yang sangat halus, pandai meyakinkan orang, berbudi pekerti tinggi, dan sangat perhatian. Belakangan, berdasarkan uji DNA, sejumlah jenazah yang ditemukan dipastikan anggota keluarga-keluarga orang hilang yang sempat saya temui.

Saya larut dalam kesedihan. Apalagi ketika pemeran pengganti pasangan ibu dan anak dihadirkan polisi saat penggalian kedua, untuk sedikit menunjukkan bagaimana Ryan menghabisi Nanik Hidayati dan putrinya Sylvia Ramadani Putri yang baru berusia tiga tahun.

Pemeran pengganti itu menunjukkan bagaimana ia dan anak kecil tadi dibawa ke bagian belakang rumah orangtua Ryan, sebelum ia dihabisi dan dikubur Ryan. Saya melihat ada adegan dimana Ryan menggendong anak kecil yang jadi pemeran pengganti, dan bocah kecil itu spontan menangis sejadi-jadinya.

Beberapa jam sesudah penggalian, jenazah ibu dan anak itu ditemukan dalam posisi telentang dan saling bertumpukan. Sang ibu menghadap ke utara, si anak menghadap ke selatan.

Saya geram.

Belakangan makin banyak keluarga orang hilang yang sama temui dan setelah dirunut, punya sejumlah hubungan silang dengan Ryan. Saya berdoa, semoga itu hanya sekedar hubungan silang dari berbagai faktor yang mengaitkan, dan sungguh berharap anggota keluarga mereka yang hilang segera kembali.

Bukan menjadi korban Ryan.

Soalnya polisi pun tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban selain empat jenazah yang sudah ditemukan.

Hingga tiga minggu ini, motif utuh, apalagi kelengkapan bagian-bagian puzzle raksasa belum saya ketahui. Paling nyata adalah motif ekonomi. Soalnya, saat hilang dan sebelum ditemukan telah menjadi jenazah, hampir semua korban Ryan tengah membawa uang atau barang-barang berharga.

Karena Ryan adalah pemuda tanpa pekerjaan jelas yang punya gaya hidup dan selera membubung tinggi. Ryan seperti hidup dalam dunianya sendiri, dimana ia merasa seolah-olah menjadi selebritis, pengusaha sukses, orang kaya, semenjak lepas dari bangku SMP.

Sepertinya, saya masih memerlukan lebih banyak waktu menemukan bagian-bagian tersembunyi dari puzzle raksasa ini.

Status Hak Cipta

Seluruh tulisan yang tampil di halaman ini adalah buah karya saya yang disarikan dari berbagai pengalaman nyata dengan dukungan riset pada berbagai sumber yang saya baca, lihat, dengar, cium, dan rasa. Demikian pula halnya dengan foto-foto yang ada di seluruh halaman yang tampil, seluruhnya adalah asli hasil jepretan saya. Maka, saya melarang siapapun juga untuk menjiplak sebagian atau keseluruhan materi tulisan ataupun foto yang ada di halaman ini, tanpa didahului izin saya. Silahkan berdebat dan mari kita berdiskusi terhadap soal-soal yang tersaji disini. Juga saya senang sekali jika ada yang bisa memetik hikmah dan menjadikan materi di halaman ini sebagai buah renungan. Jika dikembangkan menjadi tulisan, saya makin gembira. Tapi jika dijiplak, mungkin saja saya tidak tahu dan tak akan menuntut di dunia. Namun jika bertemu lagi pada lanjutan episode dunia fana, saya akan minta tanggung jawabnya.